Ketahui beberapa hal dari Ilmu kedokteran gigi yang sering kita alami


pendidikan akademik dan pendidikan profesi adalah 2 tahap dari pendidikan ilmu kedokteran gigi tersebut. Pendidikan akademik lamanya 8 semester (4 tahun), sedang pendidikan profesi hanya 4 semester (2 tahun). Jadi, dapat dikalkulasikan bahwa kuliah dokter gigi selama 12 semester atau 6 tahun.  Setelah itu harus mengikuti ujian kompetensi yang diselenggarakan secara nasional di bawah supervisi Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi. Uji kompetensi secara nasional merupakan ujian yang khusus bagi lulusan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Memang studi tersebut cukup lama dan panjang, bahkan lebih lama dari kuliah untuk menjadi dokter di Fakultas Kedokteran (FK). dikarenakan profesi kedokteran gigi terdapat keterampilan klinik yang harus dipelajari. Selain itu juga agar bisa menciptakan dokter gigi yang bermutu. Setelah menempuh pendidikan dokter gigi selama 6 tahun, masih harus ditambah lagi dengan mengikuti internsip selama 1 tahun. Internsip merupakan kegiatan pemahiran dan pemandirian. Internsip tersebut dilaksanakan tepatnya di puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah. Dalam rangka pemerataan, internsip ini dilakukan selama 1 tahun khususnya pelaksanaan tersebut di daerah terpencil.[1]

READ  Seluk –beluk Ujian Kedokteran di Indonesia

Sering kali kita temukan beberapa orang yang memiliki masalah dengan gigi, sehingga membuat mereka terkadang bingung untuk memilih ortodontis atau dokter gigi (dentist). Keduanya sama-sama ahli mengenai gigi, akan tetapi terdapat perbedaan sepertihalnya. Dokter gigi bisa dibilang mirip seperti dokter umum. Sedangkan, ortodontis adalah dokter gigi yang sudah mengambil spesialis khusus di bidang ortodonti. Ortodonti adalah bidang ilmu kedokteran gigi yang khusus mempelajari  tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah. Jadi, akan lebih fokus menangani bagaimana memperbaiki posisi gigi, dan memastikan rahangnya sejajar dengan benar sehingga tidak mengganggu struktur wajah. Sebenarnya spesialis di bidang ilmu kedokteran gigi ini bukan hanya ortodontis saja, ada banyak spesialis lainnya dalam bidang kesehatan gigi. Berikut beberapa hal yang harus kamu  lakukan untuk segera mengunjungi dokter gigi:

  • Jika Anda perlu membenahi posisi gigi, sebaiknya pergi ke ortodontis. misal, jika mengalami masalah saat menggigit, atau posisi gigi yang berantakan sebaiknya segera pergi ke ortodontis. Langkah selanjutnya. Ortodontis akan memberikan solusi dengan menggunakan kawat, invisalign (teknik merapikan gigi dengan menggunakan plastik bening khusus, tanpa kawat), atau teknik lainnya. Sebenarnya tidak masalah jika Anda merapikan gigi dengan datang ke dentist, akan tetapi penanganannya lebih berbeda ketika kita ke ortodontis. Entah dari segi teknik perawatan dan pemilihan pengobatannya.
  • Bila Anda mengalami masalah pada gigi dan rongga mulut, misalnya gigi copot atau berlubang, kita bisa mendatangi dentist. kita juga sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin enam bulan sekali ke dokter gigi untuk melakukan scaling dan membersihkan gigi. Hal ini dilakukan supaya gigi dan gusi kita selalu bersih, tidak ada karang dan plak yang menumpuk. Bahkan mengunjungi dentist dengan rutin atau setidaknya satu kali dalam enam bulan sudah harus dilakukan dari sejak kecil.
READ  KETAHUI ILMU KEDOKTERAN ISLAM

Setelah kita sudah mengetahui beberapa keterangan diatas langkah selanjutnya jangan sungkan untuk sekedar membawa sang buah hati walau hanya berkonsultasi bebrapa ilmu kedokteran gigi, setidaknya kita dapat mengetahui dan mencegah beberapa hal yang menjadikan gigi berakibat fatal. Apalagi jika si kecil sering mengalami masalah kesehatan mulut, seperti gigi berlubang dan hitam. Namun, jika hanya merasakan gejala tertentu pada gigi atau mulut, segera kunjungi dan lakukan konsultasi pada dentist. Jika memang masalah yang Anda alami membutuhkan perawatan dan penanganan lebih lanjut, maka dentist akan merujuk Anda ke dokter spesialis. Poin yang harus diperhatikan adalah kesehatan gigi dan mulut dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin pada dokter yang sudah faham tentang ilmu kedokteran gigi.[2]

READ  Pengertian claustrophobia dan gejalanya

 

 

Sumber: fnmcare.com

[1] Sumber referensi jurusanku.com

[2] Sumber referensi Hellosehat.com