Ilmu kedokteran merupakan salah satu ilmu yang hidup sepanjang peradaban manusia. Sejak peradaban kuno sampai saat ini, pengobatan menjadi hal yang penting. Perkembangan dan kecanggihan dunia kedokteran saat ini tidak dapat terlepas dari metode-metode pengobatan di masa sebelumnya. Pengggunaan metode pengobatan tertentu berdasarkan kultur masyarakat. Salah satunya ialah ilmu kedokteran Islam. Apa yang terbeir ketika pendengan kalimat “ilmu kedokteran Islam?”

“ Ibnu Sina, bapak kedokteran dunia, atau lainnya?”

Sumber gambar: Merdeka.com

Yuk ketahui ilmu kdokteran islam berikut ini:

Dunia islam mengalami masa kejayaan pada abad ke 8 sampai abad ke 15. Pada masa tersebut berbagai bidang kehidupan berkembang pesat. Salah satu yang mengalami perkembangan yakni kemajuan di bidang ilmu kedokteran. Ilmu tersebut diperoleh dari ilmuwan yang mengumpulkan berbagai sumber ilmu pengetahuan dari seluruh belahan dunia. Al Qur’an dan Hadist menjadi inti ilmu kedokteran islam. Kaum muslim beracuan dari gagasan Al Qur’an dan Hadits yang memerintahkan kaum muslim memiliki tugas merawat yang sakit. Kaum muslim memeroleh kebebasan untuk memelajari dan mengadopsi teknik-teknik pengobatan dari Yunani, China, India. Munculnya ilmuwan muslin sepertti Abu Bakar Muhammad Zakaria Ar-Razi, Al Zahrawi, ibnu Rushd, bn Al-Nafis, Ibn Maimoun, dan  Abu Ali Al-Husein bin Abdullah bin Sina menjadi garda terdepan perkembangan ilmu kedoktersan Islam dan mampu memengaruhi ilmu medis di seluruh belahan dunia, termasuk Eropa. Karya yang dihasilnya membahasa mengenai diagnosis penyakit, pembuatan obat, penggunaan obat, penjelasan mengenai makanan dan minuman untuk menjaga kesehatan tubuh

READ  Diagnosa dan pengobatan club foot

Sistem pengobatan dalam islam dahulu tidak sekadar merawat orang sakit, melainkan juga mendirikan rumah sakit besar di seluruh penjuru dunia Islam, melakukan pengiriman dokter ke daerah-padat penduduk yang miskin, memfasilitasi dokter dan staff untuk melakukan penelitian, dan setiap rumah sakit telah memiliki spesialisasi sendiri sesuai dengan jenis penyakit. Sistem pendidikan dokter yang diterapkan yakni berbasis tutoring, dengan mendatangkan dokter spesialis yang terkenal. Pendirian rumah sakit dibarengi dengan penyususnan sistem administrasi dan prosedur yang profesional, juga terdapat pemberian fasilitas berupa kartu untuk kaum kurang mampu sehingga juga mendapatkan penanganan dan fasilitas yang sama secara gratis.

Perkembangan kedokteran Islam diawali dengan penerjemahan literatur kedokteran dari Yunani atau negara lainnya ke dalam  bahasa Arab, seperti China yang terjadi pada abad ke 7 sampai abad ke 8. Terjemahan yang telah dihasilkan digunakan sebagai rujukan kajian kedokteran pada masa tersebut. Pada masa kekuasaan khalifah diinasti Ummayah memperkerjakan dokter ahli dalam tradisi helenistik yang memerintahkan penerjemahan teks medis kimiawi dari bahasa Yunani ek bahasa Arab, dan dari bahasa Siria ke bahasa Arab. Lalu pada perode ini semakin berkembang di bawah pimpinan Khalifah Al-Ma’mun dari dinasti Abbasiyah dari Baghdad. Karya-karya yang dihasilkan diantaranyaAl-Masail fi al-Tibb lil-Mutaalimim, Al-Asyr Maqalat fi al-Ayn. Pada abad ke 9 sampai abad ke 13 M dunia kedokteran islam berkembang pesat dengen pendirian rumah sakit besar yang juga digunakan sebagai tempat untuk belajar. Sehingga, ilmuan baru dan tim medis baru banyak muncul. Namun, pada abad ke-13 M, ilmu kedokteran  Islam yang dikembangkan ilmuwan islam mengalami stagnasi sering dengan kemunduran kejayaan Islam pada abad pertengahan.

READ  Gejala dan penyebab pada club foot

Meskipun kejayaan Islam runtuh dan ilmu kedokeran islam mengalami kemunduran, kejayaan Islam yang pernah berlangsung mewariskan karya-karya ilmiah yang dijadikan basis kajian oleh bangsa Eropa. Sehingga kajian-kajian ilmu kedokteran Islam menjadi pondasi keilmuan kedokteran modern saat ini.