Claustrophobia adalah ketakutan pada ruangan tertutup atau ruangan sempit. Kemungkinan penderita takut terjebak dan ketakutan pada ancaman juga bahaya tapi sekalipun mereka takut mereka akan kehilangan kesadaran, namun penderita dalam situasi di mana tidak ada bahaya mereka tetap dalam keadaan takut walaupun tidak pasti realistis ketika di pikirkan. Penderita yang hendak pergi ke luar ruangan sesekali mereka akan beralasan agar dapat menghindari dari ruang tertutup maupun sempit, seperti lift, terowongan, bahkan toilet umum. Adanya beberapa kasus yang membuat penderita Claustrophobia yang mengalami kegelisahan apabila berada pada ruangan tertutup, ketika adanya kecemasan parah membuat penderita akan mengalami serangan panik. Biasanya penderita kebanyakan akan kesulitan mengontrol dirinya. Ada teori yang menyatakan bahwa phobia dapat berkembang dari faktor keturunan daripada psikologi. Ada yang menunjukkan phobia terhadap ruangan yang tertutup.

Serangan panik kemungkinan hal yang biasa pada penderita phobia tempat tertutup. Penderita bisa mengalami ketakutan juga frustasi, adapula gejala sering muncul tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Adapun serangan panik yang dapat memberikan penyebab Claustrophobia dari gejala fisik, antara lain:

  1. Berkeringat, beberapa gajala dapat terlihat dimanapun saat kita merasakan ketakutan dan kemungkinan saat terdesak adanya rasa gugup yang terus menerus mengakibatkan seseorang perlu berpikir panjang sehingga tidak mampu untuk membuat gerakan yang mengecoh. Berkeringat merupakan tanda-tanda utama yang dapat terlihat secara sengaja maupun tidak sengaja karena berkeringat hanya bisa secara otomatis.
  2. Gemetar, perasaan gemetar akan membuat seseorang merasa takut dan membuat hati merasa tidak nyaman melakukan sesuatu jadi menjadi khawatir dan merasa cemas
  3. Gejala Claustrophobia yakni demam atau kedinginan, bisa terjadi kapan saja karena merasa tertekan menjadi sangat was-was dan perasaan takut menjadi panas ataupun dingin. Perasaan panas dan dingin menjadi campur aduk sehingga dapat menjadi tampak buruk
  4. Rasa sesak napas, rasa sesak bisa membuat denyut jantung yang lebih banyak beradu dengan cepat
  5. Rasa mual, bisa terjadi karena rasa mual ketika mendadak merasa terancam juga bahaya
  6. Pusing, apa yang membuat para penderita merasa sakit kepala dan bisa menyebabkan pingsan
  7. Mati rasa atau kesemutan yang lama, karena serangan panik bisa mengakibatkan apa saja menjadi mungkin sebenarnya rasa kesemutan terjadi pada kaki juga tangan.
  8. Mulut kering atau dehidrasi, diakibatkan karena berpikir dan bernapas terengah-engah sehingga penderita Claustrophobia saat mendadak takut akan menghabiskan asupan energi pada tubuh sehingga metabolisme akan cepat habis
  9. Telinga berdengung, tanda bisa diketahui satu persatu sehingga tampak lebih baik jika lebih jeli untuk memangani gejala apapun.
READ  KETAHUI ILMU KEDOKTERAN ISLAM

Phobia pada ruangan tertutup biasanya akan menghasilkan pengalaman masa lalu penderita mengingat semasa anak-anak yang dapat menyebabkan  penderita takut pada ruangan kecil dan perasaan panik dan merasa terancam saat berada dalam bahaya. Pada jenisnya pengalaman terdahulu menjadi seperti:

  1. Terjatuh ke dalam kolam renang dan tidak bisa berenang sehingga menjadi terkena ancama rasa takut
  2. Terpisah dengan orangtua atau kelompok, kemungkinan dalam keadaan ramai penderita tidak bisa menemukan siapapun
  3. Tersesat atau terjebak dalam terowongan akan menjadi tauma katika sedang sendirian

Kejadian pada masa lalu merupakan pembelajaran  dan kemungkinan berdampak pada penderita Claustrophobia  dapat mempengaruhi kemampuan dalam hal menghadapi keadaan yang sama. Pada saat akan memikirkan lalu mengkaitkan satu sama lain pada ruangan tertutup maupun sempit akan merasakan keadaan yang bahaya dan gejalanya akan bertambah buruk jika tidak segera di tangani

READ  Seluk –beluk Ujian Kedokteran di Indonesia

Referensi

hellosehat.com

klikdokter.com

Referensi gambar:

keepo.com