Saat masih kecil dulu kita seirng mendapat pertanyaan mengenai cita-cita. Ada yang menyebut ingin jadi polisi, pengusaha atau bahkan menjadi dokter. Bagi orang yang bercita-cita menjadi dokter pastinya haru memiliki persiapan yang tidak main-main. Faktanya, tidak hanya pada fase memasuki universitas saja kesulitan dialami oleh para calon dokter. Ternyata, setelah megambil studi kedokteran para calon dokter harus menghadapi uji kompetensi dokter. Ujian ini disebut juga dengan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Tahapan ini harus dilewati untuk bisa mendapatkan gelar dokter. Ada juga uji kompetensi lainnya yaitu Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), yang sedari lama telah diterapkan oleh calon dokter untuk mendapat gelar. Ternyata, sebelum menjadi dokter ada beberapa tahap yang harus ditempuh, berikut ini informasinya.

Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) merupakan ujian utama pada masanya yang diusung oleh Kemenristekdikti dalam rangka mengukur mutu dari lulusan kedokteran. Namun, karena beberapa hal maka dibuatlah sertifikasi untuk kelayakan calon dokter. Hal itu sebagai upaya mempertahankan mutu dokter yang ada di Indonesia. Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) diusung oleh Kemenristekdikti dalam rangka mengukur mutu dari lulusan kedokteran. Namun, karena beberapa hal maka dibuatlah sertifikasi untuk kelayakan calon dokter. Hal itu sebagai upaya mempertahankan mutu dokter yang ada di Indonesia. Di tahun 2014, Ujian Kompetensi Dokter Indonesia diubah nama menjadi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter merupakan ujian yang dibuat oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan TInggi (Kemenristekdikti) yang didalamnya bekerja sama dengan organisasi profesi dan beberapa jenis instansi. Beberapa penyelenggara yang ikut andil dalam ujian ini adalah antara lain Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Kementrian Kesehatan, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Konsil Kedokteran Indoensia.

READ  Kenali coulrofobia dan penyebabnya

Tahapan UKMPPD memiliki dua tes yaitu tes secara tulis dan ujian praktik yang disebut dengan Objectibe Structured Clinical Examination (OSCE). Terdapat perbedaan pada ujian UKDI dan UKMPPD, di antaranya UKDI dapat dijalani oleh dokter yang telah lulus agar dapat memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Sedangkan UKMPPD dijalani oleh calon dokter yang masih berpredikat mahasiswa namun telah menjalani koas, dimana ujian ditempuh untuk mendapatkan ijazah resmi dan gelar dokter. Namun, di kedua jenis ujian ini sama-sama membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagi yang akan menjalani UKMPPD perlu menyiapkan uang senilai sekitar 1 juta rupiah dengan rincian 400 ribu rupiah dialokasikan untuk ujian tulis, dan sisanya untuk mengikuti ujian praktik. Tetapi, beberapa orang menyebutkan pro dan kontra terhadap adanya ujian yang kini berubah sistemnya dari UKDI menjadi UKMPPD. Beberapa pendapat menyatakan kecondongan kearah kontra terhadap adanya UKMPPD ini. Hal itu terungkap karena banyaknya peserta yang mengeluhkan sejumlah hal.

READ  Ketahui beberapa hal dari Ilmu kedokteran gigi yang sering kita alami

Ujian dinilai memiliki materi soal yang kurang transparan. Dilansir dari tirto.id, eorang peserta mengatakan bahwa hasil dari ujian tersebut tidak diberikan, padahal hal itu bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti tes selanjutnya apabila gagal pada saat itu. Kemudian, hal lain ang menjadi kejanggalan adalah seharusnya pendidikan profesi tidak memberikan gelar pada calon dookter, tetap pendidikan secara akademiklah yang mampu memberikan ijazah serta gelar dokter. Maka dari itu, UKMPPD menuai banyak protes. Revisi undang-undang terkait pendidikan kedokteran pun mulai dilakukan namun badan legislasi masih memikirkan dan menampung masukan dari orang-orang yang bergerak di bidang profesi kedokteran. Sebagai calon dokter memang tidak mudah untuk menjalani serangkaian tahap menuju gelar yang diinginkan. Akan tetapi semua bisa terwujud dengan selalu berusaha dan tidak berhenti belajar. Semoga kedepannya revisi dari regulasi pendidikan kedokteran mampu menjaga kualitas dokter-dokter di Indonesia.

READ  Pengertian dan penanganan pada club foot

 

Sumber:

Tirto.id

Kompasiana.com

mediaindonesia.com

evaluasi.or.id